BALADA SANG UNGGAS DERITA
Lalu ku ketuk pintu hatimu
wahai seluruh anak bangsaku
akan nasib sang unggas itu
berlagu pilu di sangkar nan terbuka
di hujung beranda rumah jiranku
sang unggas itu terus berlagu
malamnya sepi berlagu hiba
entah malang tersandungnya kaki
ke jebak durjana ia ternoda
meratapi nasib di anjung derita
sang unggas itu kian mendayu
menggelepar sayap ingin ke angkasa
apalah malang rantai di kaki
rantainya utuh kakinya terluka
tercungap ia di anjung sengsara
sang unggas itu terus menggamit
berpesan ia padamu remaja
usahlah terlena di siang hari
bantalnya api
tilamnya bara
sang unggas itu terus merayu
bangunlah wahai anak bangsaku
di universiti bitara ini kita berguru
bersama Pendeta Za'ba dan Sang Adi Putra
moga tidak terjeratnya kaki
tersungkur maruah
di usia nan muda
Ismail Man
Friday, May 29, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment