BALADA SANG UNGGAS DERITA
Lalu ku ketuk pintu hatimu
wahai seluruh anak bangsaku
akan nasib sang unggas itu
berlagu pilu di sangkar nan terbuka
di hujung beranda rumah jiranku
sang unggas itu terus berlagu
malamnya sepi berlagu hiba
entah malang tersandungnya kaki
ke jebak durjana ia ternoda
meratapi nasib di anjung derita
sang unggas itu kian mendayu
menggelepar sayap ingin ke angkasa
apalah malang rantai di kaki
rantainya utuh kakinya terluka
tercungap ia di anjung sengsara
sang unggas itu terus menggamit
berpesan ia padamu remaja
usahlah terlena di siang hari
bantalnya api
tilamnya bara
sang unggas itu terus merayu
bangunlah wahai anak bangsaku
di universiti bitara ini kita berguru
bersama Pendeta Za'ba dan Sang Adi Putra
moga tidak terjeratnya kaki
tersungkur maruah
di usia nan muda
Ismail Man
Friday, May 29, 2009
PUISI
KEMBARA DI DADA MALAM
(Disiarkan dalam Warta Kampus Mei 2009)
Dalam kembara ini
kita rapati pelabuhan itu
yang tadinya nampak berbalam
hening dan suram
dalam kembara ini
kita kian keletihan
dilambung gelora samudra
dan sang badai
yang ganas menggila
dalam kembara ini
kita bertatih untuk berdiri
dalam kudrat yang kian lesu
dan mata bersaga
kepedihan
dalam kembara ini
kita jinjing bekalan ibadah
lalu berjujuk kita melangkahi
tebing pelabuhan itu
yang kian suram
di dada malam
Ismail Man
(Disiarkan dalam Warta Kampus Mei 2009)
Dalam kembara ini
kita rapati pelabuhan itu
yang tadinya nampak berbalam
hening dan suram
dalam kembara ini
kita kian keletihan
dilambung gelora samudra
dan sang badai
yang ganas menggila
dalam kembara ini
kita bertatih untuk berdiri
dalam kudrat yang kian lesu
dan mata bersaga
kepedihan
dalam kembara ini
kita jinjing bekalan ibadah
lalu berjujuk kita melangkahi
tebing pelabuhan itu
yang kian suram
di dada malam
Ismail Man
PUISI
ANAK BANGSAKU
lalu ku siramkan salju itu
pada anak bangsaku yang terlena
di atas pembaringan itu
tilamnya api
bantalnya bara
bangunlah anak bangsaku
usah terlena lagi
di pembaringan itu
ayuhlah berlari
kejarlah adicita
demi maruah negara bangsa
anak bangsaku
andainya melewati daerah sejarah ini
ayuhlah bersama Sang Adi Putra
kita julang kembali maruah bangsa
kita gilap kembali
warisan Za’ba itu
di Universiti ini yang bitara
Ismail Man
Berita Minggu 24 Disember 2006
lalu ku siramkan salju itu
pada anak bangsaku yang terlena
di atas pembaringan itu
tilamnya api
bantalnya bara
bangunlah anak bangsaku
usah terlena lagi
di pembaringan itu
ayuhlah berlari
kejarlah adicita
demi maruah negara bangsa
anak bangsaku
andainya melewati daerah sejarah ini
ayuhlah bersama Sang Adi Putra
kita julang kembali maruah bangsa
kita gilap kembali
warisan Za’ba itu
di Universiti ini yang bitara
Ismail Man
Berita Minggu 24 Disember 2006
Thursday, May 28, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)